DEBUNKING MYTH : BIGGEST FANDOM “ARMY” AND UNDERDOG NARRATIVES

BeyondMind

Updated : 09/01/2022

Siapa sih yang gak tahu BigHit Entertainment ?

Label yang membawa Kpop Boygroup BTS ke kancah Internasional ini mulai menjadi sorotan publik sejak 2018 lalu. Profit yang didatangkan pun bukan main-main. Akhir Tahun lalu saja, tepatnya 2019 BigHit mendapat profit sekitar 587 miliar won atau setara dengan sekitar $560 juta USD.

Angka ini menunjukkan pertumbuhan 95% dari tahun 2018 sebesar 214 miliar won ($ 189,38 juta). Hal ini berlanjut meskipun pandemi Covid-19 menerpa dunia. Big Hit, dipimpin oleh CEO Bang Si-Hyuk, mengungkapkan hasil keuangannya untuk periode H1 2020, di mana ia menghasilkan pendapatan sebesar 294 miliar Won Korea Selatan ($ 249 juta USD).

Konser BANG BANG CON The Live Event mendapat profit $20 juta USD. Terakhir konser online BTS Map of the Soul ON:E yang digelar Oktober 2020 kemarin saja berhasil mendapatkan profit $25 Juta USD. Atau setara dengan 15 konser offline.

Apa yang telah dicapai BigHit dan BTS adalah juga tidak lepas dari berbagai storytelling dan bandwagon yang diceritakan influencer / big account serta fansnya di sosial media. Dan karena saya mulai terganggu dengan narasi yang berulang dari “‘BigHit stan” atau ‘BTS stan’ yang sebenarnya banyak yang keliru (kalau tidak mau disebut omong kosong), saya akan menjelaskan sedetail mungkin apa yang saya maksud sebagai narasi underdog. Dibalik cerita kesuksesan BigHit diatas, jelas ada sisi koin yang tidak bisa diremehkan. Seperti apakah itu?

Saya ceritakan sejak awal mula.

Take the Red Pill, first
Minum Pil Merah dulu ya…

  • ABOUT UNDERDOG STORIES

Tahun 2007 ketika BigHit hampir bangkrut, suksesnya grup lokal 8Eight dengan single “Without a Heart” di 2009 membuat Bang Hitman masih bisa selamat bahkan menjaga perusahaan tersebut untuk tetap beroperasi.

🤒 Lho, katanya influencer Army diatas, BTS lah yang menyelamatkan BigHit dari kebangkrutan???

BigHit punya 3 lantai. Lantai tengan untuk BTS tinggal.

“broke Company”… “poor company”…

BigHit tidak semiskin itu. Mungkin big account (influencer) Army memang sangat suka menjual “Narasi Underdog”. Apa itu narasi Underdog? Yaitu cerita-cerita bagaimana perjuangan dari awal hingga melampauinya.

Oh.. Everybody love underdog stories. Semua orang menyukai cerita underdog yang bagus. Dalam beberapa hal, kita semua bisa berhubungan dengan karakter tertindas yang bangkit melawan rintangan yang tidak dapat diatasi. Dan akhir yang terasa menyenangkan adalah seperti meminum secangkir coklat hangat yang manis dan memuaskan di penghujung hari yang dingin dan pahit.

Underdog Narratives punya daya tarik yang universal. Inti dari underdog stories adalah kisah yang diunggulkan adalah persaingan, dengan setidaknya satu karakter bersaing melawan protagonis untuk meraih impian yang tinggi / puncak tertinggi. Tetapi dalam plot ini, Si underdog telah mengambil langkah yang lebih jauh dengan memaksa mereka menghadapi rintangan yang luar biasa.

Contoh Underdog Stories ada pada :

  • Harry Potter
  • The Hunger Games
  • Rocky
  • The Karate Kid
  • Slumdog Millionaire
  • Shawshank Redemption
  • Dan lain-lain

Merk Nantucket Nectars, misalnya, tampil dengan storytelling bahwa penciptanya memulai “hanya dengan blender dan mimpi,” dan Clif Bar menyatakan bahwa pendirinya pernah tinggal di garasi. Bir Brewery Samuel Adams mengingatkan kita betapa kecilnya itu dibandingkan dengan raksasa Anheuser-Busch — sambil menghindari menyebutkan seberapa besar penghasilan mereka dibandingkan dengan kebanyakan pembuat bir craft.

https://psmag.com/economics/billion-dollar-underdogs-20155

https://www.linkedin.com/pulse/50-ways-differentiate-your-brand-david-labatt

https://www.eurekalert.org/pub_releases/2010-07/uocp-clu072010.php [UNIVERSITY OF CHICAGO PRESS JOURNALS]

  • HOW TO DETECT UNDERDOG NARRATIVE

Underdog Narratives sangat bisa dideteksi jika kalian sudah mengenali dan terbiasa dengan plot ini. Secara garis besar, plot ini terdiri dari :

1. Ciptakan karakter yang “membumi” dan bisa dirasakan penonton

Dalam dunia storytelling, hal ini memang langkah penting, tetapi bisa menjadi sangat krusial untuk plot si underdog. Pembaca harus peduli dan merasakan hubungan kekerabatan dengan tokoh protagonis Anda. Disinilah Parasocial Interaction dan berbagai narasi “dari garasi” bekerja.

2. Gambarkan ketidakberdayaan

Influencer akan menunjukkan bagaimana protagonis/underdognya dilucuti dari semua yang telah mereka kerjakan. Tunjukkan bagaimana keadaan berbalik melawan mereka, memaksa mereka berlutut.

Ini adalah tahap pertama dan harus dilakukan lebih awal, biasanya ini adalah fase singkat yang menunjukkan kehidupan underdog sebelum bencana melanda. Banyak yang seperti ini tanpa menyertakan berapa yang BTS hasilkan tahun kemarin.

3. Tunjukkan kekuatan yang mendasari, momen tergelap, dan serangkaian perjuangan

Meskipun sang underdog / zero to hero dari influencer sedang dikalahkan, dianiaya, bahkan mungkin di ambang kehancuran, sang pahlawan tetap menunjukkan inti kekuatan dan tekad yang mendasarinya. Kontennya berisi serangkaian perjuangan dan uji coba dengan banyak kegagalan. Mungkin hanya menjadi bara pada saat ini, tetapi bisa jadi bahan bakar yang solid dipermukaan.

Tidak suka musik = auto xenophobia ?

Influencer menceritakan sang underdog ini memiliki keinginan untuk melawan antagonis. Antagonis ini bisa berupa apa saja. Tulisan yang sangat menggoda pembaca dan membuat mereka lapar akan pembalikan keadaan.

4. Sajikan titik balik

Inilah pembalikan yang telah ditunggu-tunggu oleh pembaca/fans. Fase yang sangat lezat, audience akan merasakan kemenangan meskipun si underdog ini belum pulang ke rumah.

Ini adalah kesempatan yang baik untuk mengubah bekas kelemahan menjadi kekuatan atau untuk mengekspos kerentanan si antagonis, membantu memberikan legitimasi dan membuat kemenangan akhir si underdog Anda bisa dipercaya.

5. Hasilkan kemenangan

Oh yeah baby! Seluruh penonton telah mengingat setiap langkahnya, emosi telah terbentuk dengan pembaca, dan sekarang si underdog siap untuk menikmati hasilnya.

Influencer akan berkata “Jangan berhenti di sini. Pastikan untuk memanjakan keinginan pembaca Anda untuk pembenaran“. Biarkan jantung terpompa dan hati membengkak. Biarkan pembaca menyukai setiap menitnya.


Kisah underdog yang ditulis dengan baik seperti langkah diatas sangat bisa membangkitkan simpati pembaca. Ini ilmiah dan bisa dihubungkan. Artinya melambangkan kemenangan si kecil atas raksasa. Kemenangan David atas Goliath. Kemenangan kesatria jalanan atas kesatria elit. Seolah mewujudkan harapan yang hidup dalam diri kita masing-masing. Menurut Harvard Business Review, Underdog Narratives sangat mampu “memanfaatkan” rasa iba konsumen.

https://hbr.org/2010/11/capitalizing-on-the-underdog-effect

Seperti Jeff Bezos yang “katanya” memulai Amazon dari gudang. Padahal ya enggak cuma itu. Dia juga dapat bantuan 100k USD dari orang tuanya tahun 1995. BigHit sejak dulu sudah punya bangunan yang cukup bagus, serta memiliki 3 lantainya. Sedangkan bangunan yang kayak gudang itu punya BigHit di Amerika. BigHit pada tahun 2013 sudah dilevel medium.

Source : Koreaboo

Apa mungkin perusahaan yang bangkrut bisa punya bangunan di Amerika dan Korea sekaligus?

Ini studio nya di Bighit Korea. Dan tidak ada tanda-tanda garasi 🙂
  • So, Where’s the problem, bro?

Brand ternama umumnya menggunakan pelayanan mereka, konten dan storytelling yang sama seperti motto/visi/iklan perusahaan, agar menjadi glue alias lem perekat untuk menjaga engagement dengan client / customer. Begitu juga untuk influencer.

Seringkali, influencer (atau perusahaan yang memakai jasa influencer), membutuhkan storytelling untuk menjaga engagement. Padahal tidak semudah itu. Great storytelling comes great responsibility.

Dengan adanya storytelling juga dibutuhkan integrity. You should not be embellishing your stories just to see if you and your idol can get more attention. People can sniff that out.

Lalu bahayanya? Orang-orang yang mencium hal-hal seperti false rumour ini akan mempertanyakan kebenarannya. Tapi fandom yang ‘sudah kadung’ terikat emosional, —serta berpikir tidak perlu lagi untuk check and re-chek—, akan marah ketika idolnya dipertanyakan. Lalu orang-orang mulai melihat tidak adanya integritas dari storytelling Kpop. Alias akan dianggap mitos. Padahal tidak semuanya kan?

Parahnya, narasi keliru seperti ini dipercaya sebagian besar fandom tersebut. Loop ini akan terus berulang seperti itu. Cerita tanpa integritas ini dihadapan publik bisa menjadikan Army sebagai HOAX SUPERSPREADER.

Selain itu, ada juga indikator dan parameter :

  • Menurut artikel fandom wiki, 8Eight lah yang menyelamatkan bighit dari kebangkrutan
  • Seberapa banyak 2AM dan 8Eight hasilkan untuk BigHit. —— Salah satu personel 2AM punya kekayaan $10 juta USD. Bukankah ini berarti BigHit dan JYP juga udah dapat bagian yang kurang lebih sama?
  • BigHit sempat diakuisisi oleh Stone Entertainment sebesar $6 juta USD di Tahun 2015 – 2016.
  • BigHit mengirim JungKook ke Amerika untuk latihan dance.
  • Ini berarti BigHit punya beberapa juta dollar untuk dibakar. Atau beberapa puluh miliyar rupiah. Masih berpikir BigHit semiskin itu??
  • Bighit punya studio dan peralatannya di Amerika.
  • Teori bahwa Gfriend awal debut meminjam studio BigHit. Teori ini berasal dari kesamaan lokasi difoto Bts & Gfriend yang dirilis Dispatch.
  • Di video dokumenter 9Muses BBC, biaya untuk debut idol kurang lebih $1juta USD

Maka semua puzzle, dari bangunan BigHit pada jaman dulu, hingga financial statement membuktikan BigHit tidak semiskin itu. Jika memang mau ikut kompetisi miskin-miskinan, maka Source Music lebih parah. Karena Source Music pada tahun yang sama tidak punya studio rekaman dan karyawan hanya 4 orang.

Dan konsekuensi dari biggest fandom adalah adanya narasi palsu yang sangat dipertanyakan keasliannya. Didengungkan berulang-ulang sehingga tampak menjadi kebenaran oleh fandom.

🤒 Beberapa Army akan menyanggah : Kalo BigHit punya uang kenapa yang dikirim hanya JungKook? Bukankah ini berarti BigHit memang miskin?

Nah jika Army (yang terlanjur percaya) mengatakan itu, argumennya jadi makin tidak masuk akal. Kan bisa dibalik; “Kenapa enggak semua member yang dikirim ke Amerika?? Bukankah ini berarti BigHit punya Favouritsm. Favouritsm ini adalah hal yang dibenci dikalangan fandom Kpop. Seperti kejadian Bae Suzy, ex-member “Miss A”, lebih difavoritkan oleh JYP daripada member lain.

Bahkan jika BigHit memiliki sumber daya, pasti terbatas karena mereka tidak mendapatkan profit langsung dari pelatihan di Amerika itu. Mereka memiliki trainee yang harus dijaga, puluhan karyawan yang harus dibayar, gedung untuk disewa, peralatan kamera, komputer, mic, dll yang umumnya mahal. Semua ini fixed cost. Konglomerat terbesar akan tumbang jika bukan karena rencana Return On Investment. Jadi mereka harus mendebutkan BTS secepat mungkin. Untuk itu mereka butuh sesuatu untuk ditampilkan, secepatnya. Jadi Jungkook adalah pilihan terbaik.

Tentu saja BigHit dulu punya uang 4 juta dollar. Mereka memiliki jadwal di Amerika tahun kedua sejak saat itu. Mereka mengadakan show seperti American Hustle Life, Bangtan Gayo, Run BTS. Semua ini membutuhkan penulis naskah, penulis konsep, dll alias biaya dan tidak ada “perusahaan bangkrut” yang dapat melakukan itu. Bangkrut adalah sebutan untuk CEO Source Music yang harus menyewakan rumahnya untuk debut Gfriend. Karyawan pun cuma 4. Bahkan Gfriend hanya punya 2 baju untuk show (itu pun murah karena hanya baju sekolah biasa). BigHit tidak kaya raya, tetapi mereka tidak seburuk & semiskin yang diceritakan influencer atau army.

Yang benar-benar struggle adalah dominasi “Big 3” (SM, JYP, YG) saat 3 perusahaan itu masih kecil dulu. Juga inilah yang harus dihadapi oleh semua perusahaan kecil saat itu. Tidak ada yang baru. Hanya saja BTS difilmkan, tidak seperti semua artis itu yang menangis dan berjuang, dan baru bisa bercerita setelah beberapa tahun. Jika difilmkan seperti BTS, itu adalah show.

Hal ini ada di Impression Management. Carilah bukunya. Di bidang marketing, hater dan conflict bisa jadi sumber kepopuleran. Mengenai pantas atau tidaknya, itu cerita lain.

The dramatic tensions that characterize a good movie plot are being adopted by the world of marketing, sports and even news and politics. That’s the argument of Alby Anand Kurian, a marketing communications practitioner and theorist whose clients have included Procter & Gamble, Pepsi Foods, Nestle and Unilever.

Is ‘Conflict’ a New Marketing Tool?

Punya fandom yang bergairah = artinya yaa huge money. You’ve win the game. Jika cuma lagu saja, Kpop Grup pasti sulit meraih kejayaan. Lomba dalam meraih simpati publik tak bisa dimenangkan. Tanpa propaganda, storytelling, dan konflik, KPOP GRUP tak punya daya hentak. Jadi rumus untuk membuat fandom yang bergairah adalah kombinasi storytelling, parasocial interaction, emotional attachment, conflict, sebagai bumbu dalam marketing.

.

PARAMETER MODAL DAN ASET PERUSAHAAN UNTUK MENDEBUNK NARASI UNDERDOG

Jadi, BTS yang ingin ditunjukkan influencer diatas adalah bahwa mereka BTS tidak punya uang, mereka berasal dari perusahaan yang bangkrut. Seolah-olah “bangkit dari debu” yang seakan menjual segalanya sekaligus mendapatkan simpati. Mengapa BTS bertingkah seperti orang bangkrut di Bon Voyage ketika mereka baru saja menghasilkan jutaan melalui album terakhir? Mengapa mereka bertindak seperti mereka akan membunuh untuk kupon $20 di Run BTS ketika semua orang tahu mereka menjual habis tiket konsernya?

Itu semua bukan BTS yang sebenarnya. BTS sebenarnya adalah pemilik apartemen jutaan dolar di Seoul. BTS asli adalah pemilik mobil mewah. Perjalanan BTS dengan jet pribadi. Tapi tentu kontennya tidak akan menyinggungnya. Fans dan penonton hanya akan mengetahuinya melalui berita dari luar Korea. Karena plot itu tidak laku dibeberapa kepala Army yang masih kritis.

Meskipun tidak ada data yang menyebutkan berapa ekuitas yang dimiliki pada tahun 2013, financial performance dibawah ini sudah cukup membuktikan bahwa BigHit sudah punya modal awal yang cukup.

This image has an empty alt attribute; its file name is main-qimg-6d50f27d6d1d76fa6fe1bfd2db37f3f7

Ditambah, BigHit mendapat “suntikan” investasi dari saudaranya Hitman-Bang, yaitu Netmarble, sebesar $190juta USD pada tahun 2017 secara bertahap. Itu adalah setara dana yang dikeluarkan Republic Records untuk membeli Taylor Swift dari Big Machine Records.

Kayak gini timeline nya :

  • 2007 : Hampir bangkrut. Tapi tanda tangan vocal trio 8Eight, yaitu Lee Hyun, Baek Chan, dan Joo Hee.
  • 2009 : 8Eight mulai terkenal luas dengan lagu “Without A Heart”. BigHit menunjukkan selamat dari bangkrut.
  • 2010 : JYP and Big Hit memulai kontrak joint management untuk Boygroup 2AM.
    • Formasi BTS dimulai
  • 2012 : BigHit udah untung. Girl group GLAM dibentuk dari kolaborasi Source Music dan Big Hit entertainment.
  • 2013 : BTS debut
  • 2014 : Kontrak antara Big Hit and JYP Entertainment berakhir.
  • 2015 : Signal Entertainment Group Akuisisi BigHit $6 juta USD
  • 2017 : Bang Jun-Hyuk, Pendiri Netmarble –No. 1 online game di Korea– sekaligus saudara Bang Si-Hyuk, investasi ke BigHit £135 million poundsterling atau setara $190 juta USD.
  • Di tahun yang sama, BigHit berpisah dari Signal Ent
  • Di video dokumenter 9Muses, untuk mendebutkan idol group, dana yang diperlukan bisa sampai $ 1juta Usd.

Netmarble ini semacam angel investor yang diidam-idamkan startup lain, yang bisa saja membuang uang puluhan juta dollar diakhir tahun secara cuma-cuma. Salah satu kunci kesuksesan sebuah brand adalah adanya investor.

Dengan dana itu, tahun 2017 BTS langsung dikenal dunia. Saat itu BigHit bisa saja membayar : jurnalis, puluhan influencer, endorse berbagai artis, colaborasi banyak artis barat, dll yang intinya meningkatkan pengaruh & profit dalam skala yang besar dan cepat.

Sebagai perbandingan pertama, Source Music, labelnya Gfriend, hanya punya 1 bangunan yaitu di basement. Modal minus $100.000 USD.

Real struggle Stories that never told

Perbandingan kedua, ketika melihat Channel Youtube Mamamoo, juga terlihat ada narasi yang hampir sama. Tapi ketika melihat laman web perusahaannya, terlihat bahwa RBW Ent, juga mendapat investor $1juta USD ditahun 2014 oleh KTB Netword dan $7juta USD oleh perusahaan yang sama ditahun 2015. Dengan adanya investasi, maka pembiayaan lebih lega dan Entertainment Company lebih leluasa dalam menentukan konsep.

Kesimpulan :

Revenue Bighit (2013) : $4.000.000 USD

Capital Source Music : -$100.000 USD

Capital RBW Ent : $7.000.000 USD

Blackpink terkenal karena lagunya yang “One Hit Wonder” atau “One Hit Viral”. Sama seperti Wonder Girls, Psy, Shaun juga begitu.

BTS? Lebih terlihat karena kerja keras ARMY dan marketing mereka yang bagus. So, ketika kamu masuk fandom, kamu harus jeli terhadap narasi-narasi seperti ini agar fandom kamu tetap terjaga kewarasannya.

Demikian dulu Debunking Myth kita.

Sumber :

11 thoughts on “DEBUNKING MYTH : BIGGEST FANDOM “ARMY” AND UNDERDOG NARRATIVES

  1. 😂😂😂ya Allah jauhkanlah hambamu ini dari pemujaan berlebihan . Pdahal yg punya blog udh menjelaskan dengan cerdas eh balesnya pake template :iri bilang bos . Duh gak sebanding bgt ,isi otak org rada gak waras emg beda ya komennya pun beda xixixi

    Liked by 3 people

  2. hmm artikel yang menarik…boleh request bikin artikel tentang pledis gak ? gw sebagai Play Girlz (AS fandom) dan sekarang Carat (SVT Fandom) gw sering denger narasi yang serupa bahkan lebih sering ketika era dimana svt debut..gw cuma pnasaran apakah pledis emang sebangkrut yang diceritakan ?? or thats another underdog narrative. orang-orang bilang gitu karena bilang pledis menelantarkan AS dan Nuest karena bangkrut but thats sounds weird to me,..gimana bisa agensi bangkrut punya banyak trainee ? bahkan artis lama juga masih bertahan disana, apa emang manajemen pledis aja yang buruk..
    makasih sebelumya, gw belajar banyak dri artikelmu…im waiting for request 🙂

    Like

  3. Buat yg komen jelek gws deh, coba balesnya pake teori serinci ini juga deh biar imbang gitu debatnya. Jangan yg ini pake otak terus balesannya pake dengkul gitu

    Liked by 1 person

  4. Tapi bener juga njir, gua dulu suka sama mereka dari debut, nikmatin konten2nya. Dan baru ngeh kalo mereka ya ga sebangrut itu. Fashion buat debut, cb, semua masih layak lah buat sebuah grup. Mv yang niat make bus sekolah, konten2 bangtan bomb yang ngasih tau kalo mereka ya staffnya banyak.
    Btw bacain komen heran banget padaan malah bilang sampah lah iri lah. Nah si bloggernya aja cuma ngejelasin, malah kepanasan wkwkw yang dijelasin bener kok, fakta, ada sourcenya. Kenapa malah dibilang sampah? Aneh

    Liked by 1 person

Leave a reply to haru Cancel reply

Design a site like this with WordPress.com
Get started